Hendrik Kawilarang Luntungan

Penulis

Hendrik Kawilarang Luntungan

Sekilas tak ada yang istimewa dari penampilan pria berdarah Manado ini, namun dari caranya bertutur, kelihatan ia adalah sosok muda cerdas, visioner dan ulet. Rully, panggilan akrabnya, belakangan sangat disibukkan oleh urusan proyek raksasa pembangunan pipa migas pertama di Asia Tenggara. Mulai dari persiapan, pengurusan izin-izin hingga pembangunan yang sedang berjalan saat ini adalah kesehariannya. Bahkan dia harus bolak balik ke China merajuk kerjasama teknologi dengan pihak BUMN negeri tirai bambu itu. “Tiada hari tanpa memikirkan proyek ini,” katanya setengah senyum.

Hendrick Luntungan, adalah anak ke 3 dar 5 orang barsaudara, dari ayah bernama Hengkie Luntungan dan ibu bernama: Betsy Longdong. Sebagai Pebisnis Rully tak mengenal kata lelah pada sesuatu yang dia cita-citakan. “Bangsa ini butuh kemandirian dalam berbagai hal. Sebagai anak bangsa, saya merasa bertanggungjawab mempersembahkan pabrik ini kepada bangsa Indonesia,” tutur pria kelahiran 31 Agustus 1975 ini.

Siapa yang tahu, ternyata pria berdarah Manado ini dulunya seorang aktifis. Dia misalnya, sempat bergabung dengan aktivis muda Angkatan 98, bersama Khofifah Indar Parawansa dia sempat terlibat menggelar Silaturahmi Kebangsaan pada Tahun 2003 silam. Dia berkisah sebagai aktifis saat itu, kesibukannya kesana kemari hanya berdiskusi dan mengkritisi kebijakan pemerintah. ”Nato,… Nothing action, talk only,” katanya berseloroh.

Di awal karirnya, Rully malang melintang sebagai Anggota Tim Marketing di berbagai perusaahan asing ternama. Hingga kini, Rully  menjadi Founder, Inisiator dan Konseptor dari pembangunan Mega Proyek Pipa Tanpa Kampuh ini. Jabatannya adalah sebagai Commercial & Marketing Director Indonesia Seamless Tube PT Artas Energy Petrogas. Dia pun mampu meyakinkan tiga rekan Pengusaha Nasional lainnya, yakni sebagai Co-founder adalah Andy Wijaya, Paulus Haryono dan Hendrik Kho untuk mendukung pembangunan pabrik pipa tanpa kampuh ini.

Perusahaan ini semula bergerak di bidang perdagangan termasuk memasarkan pipa tekanan tinggi yang biasa dipakai untuk pengeboran minyak dan gas yang diimpor dari China. Sebagaimana diketahui, di Indonesia hingga saat ini belum memiliki pabrik yang memproduksi pipa tanpa kampuh. Inilah yang membuat dirinya saat itu bercita-cita kuat mendirikan pabrik pembuatan pipa jenis ini.

Dengan segala daya upaya serta keuletannya, akhirnya pabrik pipa yang dicita-citakan itu telah selesai dan sudah mulai beroperasi. Pabrik yang berlokasi di Cilegon Jawa Barat ini, menjadi yang pertama di Asia Tenggara. “Sekarang negara ini tidak lagi tergantung pada pipa impor,” katanya.

Menurut Rully, pabrik pipa ini memakai teknologi Hot Rolling, Elektrik Furnace dan Blast Furnace dari Taiyuan Heavy Industry, salah satu Perusahaan BUMN China. Boleh dibilang, Pabrik ini akan menjadi pabrik pelopor yang pertama berproduksi di Asia Tenggara, Australia hingga Selandia Baru. “Ini adalah sumbangsih saya untuk negeri,” katanya.

Bersama sahabat, Yenny Wahid

 “Bayangkan bahan baku biji besi selama ini kita ekspor, lantas negara lain yang menikmati keuntungan dari hasil penjualan pipa itu, yang kemudian diimpor masuk lagi ke negara ini,” katanya miris.

Nasionalisme Rully memang begitu kental. Pasalnya, banyak investor asing yang menawarkan keuntungan lebih, dalam upaya menggagalkan pendirian pabrik pipa tanpa kampuh ini. Dia pun mempertanyakan, sampai kapan negara ini terlepas dari ketergantungan jika tidak dimulai dari sekarang.

Rully juga bercerita, sudah semestinya pengusaha nasional mengubah mindset nya. Dari seorang yang selalu memikirkan keuntungan, menjadi seorang yang mampu membuat karya nyata demi kepentingan yang lebih besar yaitu “National Interest”. Begitu juga dengan rasa nasionalisme di kalangan pengusaha, katanya meski diorientasikan kembali ke hal-hal yang mendukung kedaulatan ekonomi bangsa.

Ada benarnya juga, katanya kita sering tidak sadar, bahwa dunia saat ini sedang berperang. Perang yang dimaksud bukan perang fisik atau perang konvensional seperti masa lalu. Perang terjadi saat ini adalah perang ekonomi. “Setiap Negara berebut ingin menguasai sumber daya alam yang berada di dunia,” katanya. Negara-negara maju berkepentingan untuk mempertahankan negaranya untuk tetap menjadi Negara yang utuh.

Bersama Kapolres Bogor saat audensi tentang penutupan gereja

Karena itu menurut Rully, sebagai bangsa yang kaya akan sumber daya alam mineral nya, jiwa nasionalisme itu sangat dibutuhkan. Tujuannya adalah untuk menjaga agar kekayaan alam itu tetap dikelola Negara dan anak bangsa, bukan pihak asing. Kemudian hasilnya dimanfaatkan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia sebagaimana yang tercantum dalam UUD 45. Oleh karenanya, untuk menuju Negara Indonesia yang berdaulat dan berdikari di bidang ekonomi, menurutnya dibutuhkan perubahan mindset masing-masing stakeholder negara ini. Baik pengusaha, pemerintah dan politisi sebagai penentu kebijakan di negara ini. “Jika Negara ini mau berdaulat, semua harus berpikiran seperti itu,” tandasnya.

Rully memiliki hobi unik yakni memelihara Anjing K 9 yang kerap di pakai oleh satuan Polri dan BNN dimana beberapa anjingnya pernah menemukan ladang ganja besar di Kawasan Aceh dan Medan beberapa waktu silam. Ditengah kesibukannya yang sekarang sebagai seorang Pengusaha, Ruly juga masih sempat mengundang Kaum Nasionalis Indonesia untuk Ikrar Kotiment Plularisme Bersama yang dilaksanakan di Manado yang mengundang perhatian kalangan Media Nasional.

Rully memiliki hobi unik yakni memelihara Anjing K 9 yang kerap di pakai oleh satuan Polri dan BNN dimana beberapa anjingnya pernah menemukan ladang ganja besar di Kawasan Aceh dan Medan beberapa waktu silam. Ditengah kesibukannya yang sekarang sebagai seorang Pengusaha, Ruly juga masih sempat mengundang Kaum Nasionalis Indonesia seperti : Mahfud MD,Yenny Wahid, dll untuk Ikrar Komitment Plularisme Bersama yang dilaksanakan di Manado yang mengundang perhatian kalangan Media Nasional.

                                                                                                                                        Pewawancara : Alvin Ratag

====================================================================================

Rully Hendrik Luntungan

Tempat/Tgl Lahir : Medan,31 Agustus 1975

Pendidikan :

-Chateau Mont-Choisi High School, Lausanne-Switzerland Achievements (1990-1993)

-Webster University, Geneva-Switzerland Course in English Literature (1993-1994)

-L’Europeanne Universite, Geneva-Switzerland BBA-Cum Laude in Business Adminsitration (1994-1997)

-The Australian National University, Canberra-Australia  MBA-Master of Business Adminsitration, Fullbright Scholar (2001-2002)

-International University, Geneva-Switzerland MA-in media and communication (2002-2003)

 

Professional Experiences

- Indonesia Seamless Tube PT. Artas Energy Petrogas-Seamless Steel Mills Development     Indonesia Founder/Commercial & Marketing Director

- PT.Global Pacific Energy (Subsidiary company of Multifortuna Group)

                    *Managing Director (2004 – Present)

                     *Founder of PT. Global Pacific Energy

- PT. Novartis Investment Group Ltd (Hongkong) Executive Director

- Inerco Global International Ltd (Singapore) Director

- PT. Mandira Prima Perkasa (Rotogravure  & Fleksible Packaging Industry) Jakarta VP Sales &

  Marketing (June 2004 – Present) Reporting to the President Director :

  • Maintained Multinational Company Account, e.g. Aqua, Mayora, Danune, etc.
  • Developed Marketing Strategies, Long Term & Short Term
  • Created marketing Management system to support  ISO 9001
  • Developed Intensive Training on Basic Laminating Technology
  • Developed Market Intelligence Center

- PT. Broadband Multimedia Tbk (Kabelvision) Jakarta

- Lippo Group Coordinator/Dept Head (August 2003 – May 2004)

  Reporting to the Chief Executive Officer

-          Panitia Silaturahmi Kebangsaan 2003 – Jakarta

- Business Manager (March 2003 – July 2003)

  Reporting to the Secretary General of the Committee (Mrs. Khofifah Indar Parawansa)

- Indonesia Tourist Office, Frankfurt Germany General Service (June 1994, June 1995, June1996)

- Assisted Head of Indonesia Tourist Office in Promoting Indonesia on several international

  Exhibitions known as the EIBTM

-   Selling Indonesian Product Incentives and business meeting as well as promoting Indonesia

As the favorite destination to the European market

Menjadi Pembicara pada sebuah kegiatan Nasdem

Sebagai Ketua Pemuda Nasdem Sulut

Bersosialisasi dengan kaum marjinal

Melakukan Penandatangan Kerjasama dengan pihak Cina

Saat berada di Rusia

Saat mengunjungi Inggris

Penulis saat mewawancarai Rully Luntungan

 

 

8 Komentar

  1. Brigitte Montolalu

    Semoga semakin banyak orang yang kayak Bung Hendrik Kawilarang Luntungan….., seorang anak muda yang peduli dengan negara ini…. Semoga…!!!

Trackbacks/Pingbacks

  1. Sulawesi Utara | Litsus Caleg DPR 2014 - [...] -pendiri & direktur Indonesia Seamless Tube, PT Artas Energy Petrogas (perpipaan) Cilegon; membangun pabrik pipa migas tanpa kampuh di ...

Komentari


Semua komentar yang diberikan merupakan tanggungjawab dari pemberi komentar. Penulis berhak mengedit atau tidak menampilkan isi komentar yang dianggap tidak perlu atau memiliki unsur SARA ataupun merugikan pihak lain.

All comments given the responsibility of the poster's comments. The author reserves the right to edit or display the content of comments deemed unnecessary or has an element of racial or harm others.



1 + 6 =

Didukung Oleh: