Prof. Dr. Otto Cornelis Kaligis, SH, MH

Penulis

Prof. Dr. Otto Cornelis Kaligis, SH, MH

Sebuah BIOGRAFI dari “ MANUSIA SEJUTA PERKARA”

Pewawancara  & Penulis : Alvin Ratag

Hari itu siang sekitar jam 11, tatkala  sang surya mulai meninggi di kawasan Jakarta, tampak ada kesibukan extra di  Kantor Pengacara OCK &  Associates di kawasan Majapahit Permai. Kantor yang dihuni oleh 70  an orang Staff   yang  bergelar Sarjana Hukum,  Magister Hukum bahkan Doktor Hukum ini, hari itu kelihatan menerima banyak tamu yang rata-rata ingin bertemu dengan sang empunya kantor.

Otto Cornelis Kaligis sang empunya kantor memang kelihatan sibuk sekali hari itu. Bukan hanya karena begitu banyak tamu yang datang, tetapi lelaki yang selalu berstelan jasa Prada ini sedang menyiapkan berkas-berkas untuk pengukuhannya sebagai Guru Besar/Profesor Bidang Hukum yang secara simbolik ditahbiskan padanya di Universitas Negeri Manado (UNIMA), tanggal 8 November 2008 (Saat buku ini rampung, O.C. Kaligis telah menerima gelar Guru Besar tersebut).

Pengacara Flamboyan yang hobi berat bermain golf ini, lahir di Makassar, 19 Juni 1942. Jutaan pasang matang di Indonesia mungkin sudah familiar melihat wajah Doktor Hukum Pidana lulusan Universitas Padjajaran Bandung tahun 2006 ini di layar kaca.

Bermacam jenis kasus memang sudah ditangani Alumni Program S2 dari Fakultas Hukum Universitas Padjajaran Bandung tahun 2003 ini, termasuk kasus – kasus di mancanegara antara lain: Australian Diary Corporation, Kebun Bunga di Melbourne, Moh. Said (Pilot Garuda) di Belanda, Hendra Raharja di Sidney, Garnett Investment di Guernsey, Swiss dan Sonira Foundation di Leichtenstein. Ia juga pernah ke Komisi HAM PBB di Geneva. Sedangkan di dalam negeri, ia “memegang” kasus-kasus antara lain: H.M. Soeharto (mantan Presiden RI) dan keluarga, Dipl. H.B.J, Habibie, Ginanjar Kartasasmita, Ir. Akbar Tanjung, Gubernur-gubernur, Bupati-bupati dan Walikota-walikota serta beberapa Selebritis Indonesia.

Deskripsi perjalanan karir Sarjana Hukum dari Universitas Parahyangan, Bandung ini, mungkin bisa dilihat dari buku “Manusia Sejuta Perkara” yang dikeluarkan tahun 2005 lalu yang memuat apa adanya profil seorang O.C. Kaligis, termasuk kisahnya sebagai anak manusia yang pernah masuk dunia asmara dengan beberapa wanita cantik di sekeliling kehidupan pribadinya,digambarkan di dalam buku tersebut.

Merunut perjalanan karir seorang O.C. Kaligis memang panjang, sepanjang kisah perjalanan asmaranya dengan beberapa wanita cantik yang menggoda hati lelaki asal Tondano, Minahasa ini.

Darah Tondano memang mengalir kencang di tubuh lelaki yang menguasai Bahasa Inggris, Belanda, Jerman dan Latin ini. Sebuah darah yang identik tegas sikap berani. Sebuah sifat khas orang Minahasa yang menurun pada diri seorang O.C. Kaligis, ketika dengan pakaian Toga kebesaran seorang Advokat, O.C. berani menantang Jaksa dan lawan yang melecehkan keadilan.

Ketika pertarungan David VS Goliath (Perkara antara Pemda Minahasa melawan Perusahaan Raksasa PT. Newmont Minahasa Raya), O.C. Kaligis yang merupakan Kuasa Hukum Pemda Minahasa (Bupati Drs. Dolfie Tanor (alm)) mendapatkan sukses fee sebesar USD 1.000.000 dari jumlah ganti rugi sebesar USD 3.000.000, dimana sukses fee tersebut seluruhnya disumbangkan O.C. Kaligis untuk Dana Pendidikan di Minahasa.

Penulis bersama OC. Kaligis

Ia juga mendirikan Minahasa Law Center (MLC) tahun 1999 yang diresmikan oleh  H. Moh. Hamzah Haz (Wapres RI) untuk kepentingan pendidikan di Minahasa.

40 an buah buku  telah ia keluarkan ke publik yang rata-rata ber isi hasil petualangan seorang O.C. Kaligis menangani berbagai kasus, termasuk Buku Kumpulan Kasus-kasus Menarik,  Buku Berbahasa Inggris dan Buku Korupsi Bibit Chandra yang banyak dicari.

Sejak tahun 1981 hingga saat ini, ia sering diundang menjadi Anggota Delegasi di dalam dan luar negeri, seperti: Brazil, Malaysia, Singapore, Thailand, USA, Vietnam, dan lain-lain.

30 buah lembaga / institusi pendidikan, pernah dan   sampai sekarang  menjadi tempat untuknya mengajar, seperti di SESPIM Polri & SESPATI Polri, Lemhannas (Kuliah Umum). Ia juga menjadi Penguji S3 di Universitas Airlangga, Surabaya.O.C. Kaligis memang seorang Advokat, sebuah profesi yang membuatnya kadang dipuji dan disambut bagaikan seorang Pahlawan ketika memenangi sebuah kasus, tapi terkadang ia bisa menjadi seorang Public Enemy ketika pihak yang kalah merasa keadilan mereka direnggut.

O.C Kaligis menjadi satu dari sedikit Advokat di Indonesia yang bergelar Guru Besar/Profesor, yang jumlahnya di Indonesia mungkin tak sampai 5 jari tangan. Ia memilih Universitas Negeri Manado (UNIMA) untuk mengukuhkan gelarnya,  ketimbang menerima tawaran beberapa Universitas Negeri terkenal di Pulau Jawa. Rupanya jati diri dan kebanggaan sebagai seorang Minahasa membuatnya lebih memilih UNIMA, yang berlokasi di Tondano, tanah leluhurnya.

O.C. Kaligis sepertinya memang telah menikmati sebuah “ending” dari hasil jerih payahnya selama ini. Bukan hanya karena ia telah memasuki Comfort Zone, tapi juga karena kepuasan bathinnya, manakala ia membayar pensiun 35 orang Sopir PPD yang di PHK sepihak, menggunakan uang pribadiny, sampai mereka meninggal, yang kasusnya kalah ditingkat Kasasi. “Ini bentuk protes saya terhadap ketidakadilan” kata kaligis yang merupakan Kuasa Hukum para Sopir tersebut mengenang.

Di usianya yang sudah melewati kapala  enam, ia tetap enerjik, tetap segar dengan golf menjadi olahraga rutinnya, dengan sebuah stik (pemukul golf) bertuliskan Soeharto, selalu menjadi teman setia dari Kuasa Hukum Prita Mulyasari dan Kuasa Hukum dari Ariel Peterpan-Luna Maya, dan Kuasa Hukum M. Nazarudin yang tertangkap di Bogota, Kolombia.

Ketika mendampingi H.M Soeharto di Kejakasaan Agung RI

Saat mendampingi B.J.Habibie

Bersama Obama di ruang Oval, Gedung Putih, USA

Bersama sahabat, Kapolri RI

Saat menangani kasus Prita Mulyasari

Saat berada di Colombia

Bersama mantan Mensesneg Murdiono (alm)

Bersama Ulfa, istri Syek Puji, ketika menangani kasus pernikahan di bawah umur

Ketika melakukan hobinya bermain Golf

12 Komentar

  1. Dewi mamahit

    O C Kaligis adalah pendekar hukum, diluar kekurangannya sebagai manusia biasa, dia hebat sebagai seorang Lawyer….

  2. Johny Saerang rawung

    Todung Mulya Lubis sang pendekar hukum Indonesis bahkan memuji OC Kaligis dengan mengatakan OC. Kaligis sebagai seorang kamus hukum yang berjalan”

  3. Aduh

    Patut dijuluki Pendekar

  4. Cintya Mamusung

    O.C.kaligis adalah kebanggaan Bumi Minahasa. Ia sudah membuktikan diri banyak membantu warga Minahasa yang sementara studi hukum dengan bea siswa yg memakai uang pribadinya. salutte

  5. Tirno Mailangkay

    Manusia Sejuta perkara……..

  6. iwan azhadi

    salut Om OC dari Keluarga M Mihiddin , Makassar di Surabaya

  7. om call memeng lawyer hebat dan sangant berbakat

  8. Kelvin

    OC.Kaligis adalah seorang sosok bersahaja. pembela keadilan kalau menurut saya. sbg seorang pengacara kondang,tapi tetap rendah diri, banyak kasus yang telah ia tangani. satu hal untuk pak OC.Kaligis jaga kesehatan pak semoga selalu kelihatan seger

  9. wawan

    memang pak oc.kligis menjadi inspirasi bagi pengacara2 lain yang ingin enjadi pengacara sukses dan cerdas

  10. sedjati

    memang hebat bapak satu ini sukses berkarir di bidang hukum, sukses juga membina keluarga…tempat menimba ilmu bagi banyak pengacara di negeri ini dengan usia yang semakin bertambah masih terlihat fit kesehatan,…smoga sukses selalu Prof smoga Tuhan menyertai perjalanan hidup Prof.O.C.Kaligis

  11. M. Ridwan Rasak

    Prof.O.C Kaligis adalah “dokter hukum” hebad…

  12. gianti yasin

    oc kaligis adalah pembela keadilan dan tidak bnyak orang seperti dia.mudah2han prof tetap sehat selalu.saya sangat mengagumi beliau…saya adalah orang yang sangat beruntung bisa berfoto dengan belau..

Komentari


Semua komentar yang diberikan merupakan tanggungjawab dari pemberi komentar. Penulis berhak mengedit atau tidak menampilkan isi komentar yang dianggap tidak perlu atau memiliki unsur SARA ataupun merugikan pihak lain.

All comments given the responsibility of the poster's comments. The author reserves the right to edit or display the content of comments deemed unnecessary or has an element of racial or harm others.



2 + = 9

Didukung Oleh: